Kurangilah Menyiarkan “Lelucon” Ke Seluruh Pelosok Internet, Karena Masih Banyak Waktu Untuk Berhenti

film-still-escapinghttp://www.truman-show.com

Kita tidak perlu heran melihat Awkarin tampil untuk diwawancarai di media yang cukup besar dan terkenal, saya rasa sudah sejak dulu Dunia kita membutuhkan orang-orang seperti Awkarin. Drama dan sensasi murahan hari ini telah menjadi komoditi yang sangat laris, lalu menjadi konsumsi segar bagi mereka yang membutuhkan yang memang kebanyakan remaja, entahlah mereka menganggap seorang yang selalu mendokumentasikan kehidupan sehari-harinya mulai dari menu makanan, pacar, koleksi sepatu mahal dan drama-dramanya itu tadi sebagai sosok idola yang patut dicontoh, atau pemberontak yang menginspirasi lewat dokumentasi video yang hari ini biasa disebut ‘vloger’ atau ‘youtuber’.

Saya tidak akan membahas apakah bintang-bintang video tadi berhak mendapatkan penghargaan atau sebaliknya berhak dilaknat seluruh manusia (baca: netizen), toh MTV dulu pernah menjadi ikon pemberontakan terhadap saluran radio yang berisi lagu-lagu seragam. Namun, bagaimanakah kita seharusnya bersikap tentang kemajuan teknologi apakah hanya manggut-manggut mendengarkan petuah salah seorang CEO terkenal tentang bagaimana platform teknologi mereka akan mengubah hidupmu menjadi lebih baik hanya dalam beberapa sentuhan layar komputer dan gawai. Terpujilah Zuckerberg dan algoritmanya, ia telah mengubah literatur menjadi video singkat yang hanya sekian menit, dan memilihkan berita mana yang pantas untukmu (seleramu).

Bila kalian pernah menonton The Truman Show pastinya kalian sepakat bahwa tema film itu sangat relevan dengan tren hari ini, dimana orang-orang tak lagi canggung menyiarkan kehidupan pribadi mereka. Jim carey yang berperan sebagai Truman berada dalam reality show seumur hidup mulai dari masa kecilnya hingga ia dewasa semua terdokumentasikan dan disiarkan, tetapi ia berada dalam kehidupan yang sangat palsu. The Truman Show berhasil memprediksi vlogging terlepas itu dari konten berkualitas atau memuakkan. Kita sudah melihat hari ini, konten-konten tolol sangat mudah viral, dari lagu yang diaransemen menjadi begitu menyebalkan hingga slogan-slogan parodi yang menyedihkan. Ok kita bisa lewati kaum pembenci yang menyebarkan lelucon fundamentalis, berita palsu tentang agama atau ras tertentu, atas nama semesta politik mereka yang hanya seluas kangkang anak ayam, itu sudah tugas mereka. Meski demikian masih banyak yang waras atau bagi pengkonsumsi ‘viral’ dianggap biasa atau malah tidak dianggap, dan kita patut berterimakasih pada mereka dan lingkarannya yang membuat konten bermanfaat.

1_DLIqBteIIJchIhaiUfCFdQhttps://medium.com/matter/the-web-we-have-to-save-2eb1fe15a426

Saya membayangkan suatu saat nanti kamera dengan kualitas cukup tinggi hanya seukuran kancing baju diproduksi massal. Apakah semakin banyak orang-orang akan mendokumentasikan kehidupan pribadinya dan disiarkan langsung ke seluruh Dunia. Memajang foto lucah diri hanya demi like dan sokongan suatu produk. Privasi akan semakin mahal dan hanya milik segelintir borjuis, mengingat persetujuan produk-produk tadi harus membayar sekian dolar untuk privasi. Data-data pribadi semakin banyak dalam genggaman korporat dan pengiklan berkat ilmuan data yang mereka sekolahkan lewat paket kilat.

Melihat Dunia terlalu skeptis tidaklah bagus, setidaknya kita memiliki sedikit harapan tentang bagaimana Teknologi dan internet kembali menghubungkan manusia dengan manfaatnya. Bagaimana seorang penulis menjadi berbahaya berkat tulisannya yang berani mempertanyakan benar dan salah suatu moral yang telah disepakati Negara, atau seorang videografer membuat parodi tentang sekelompok fasis berkedok agama. Saya lupa kepada mereka yang sangat berperan penting membuat teknologi internet kita menjadi lebih baik lagi, mulai dari pemrogram, pengembang web, desainer hingga komunitasnya.

 

giphy

Sebanyak apapun data yang kita miliki hari ini tidak bisa dengan mudah memprediksi masa depan. Menularkan sikap bagaimana semestinya kita menggunakan internet yang sangat berjasa dalam peradaban Dunia ini adalah keharusan. Tulisan ini tidak perlu kau anggap serius bung ! satu hal yang patut kau ingat “Tembok bermain milik segelintir elit akan segera rubuh, Web Terbuka adalah masa depan dan patut untuk dimenangkan”.

Baca yang ini :
View story at Medium.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s